I Made Sugiarta - Sejarah Seni, Kriya, dan Desain - Tugas 4
SEJARAH SENI, KRIYA DAN DESAIN
1.
SENI
a.
Pengertian
Seni
Seni adalah sesuatu yang
bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Untuk mengerti arti dari seni, bisa
digunakan dua pendekatan. Pendekatan yang pertama bisa didapat melalui
penjelasan mengenai beberapa definisi kata seni yang diambil dari sumber
seperti kamus dan situs online. Sedangkan pendekatan kedua bisa dilakukan
melalui pembahasan tentang sebab dan tujuan karya seni diciptakan. Melalui
pendekatan yang dilakukan dengan penjelasan mengenai beberapa definisi kata
seni yang diambil dari sumber seperti kamus, dapat ditarik kesimpulan bahwa
seni merupakan gabungan dari pemikiran, keahlian yang melibatkan keterampilan
fisik dan hasil akhir yang termanifestasi dalam bentuk atau gerakan. Dengan
demikian jelas bahwa seni merupakan sebuah proses. Dalam sebuah proses tentu
ada tahapan yang harus dilalui.
b.
Sejarah
Seni
Seni rupa merupakan jenis seni yang
sudah ada dalam masa prasejarah seperti periode Acheulian dengan adanya patung
Venus dari Berekhat Ram (patung basaltik, 230.000-700.000 SM) dan Venus dari
Tan-Tan (patung kuarsit, 200.000-500.000 SM ) serta lukisan di gua Chauvet
(30.000 SM). Pada
era peradaban Mediterania kuno, termasuk budaya Yunani, Romawi dan Bizantium,
serta seni Carolingian, Ottonian, Romawi, dan Gothik pada abad pertengahan,
seniman dianggap hanya sebagai pekerja terampil. Baru pada saat masa Renaisans,
profesi “seniman” diangkat ke tingkat yang lebih tinggi, karena mencerminkan
pentingnya unsur “seni desain”. Mulai
abad ke-16 berdiri sekolah seni rupa bagi orang yang ingin menjadi seniman
professional. Dua sekolah (akademi) yang paling awal adalah Academy of the
Art of Design di Florence ( Accademia dell’Arte del Disegno )
dan Akademi Seni Rupa Roma (Accademia di San Luca). Institusi pendidikan ini
mengajarkan jenis seni akademis yang sangat tradisional, yang didasarkan pada
prinsip-prinsip seni Renaisans, yang mengatur hal-hal seperti materi pelajaran,
bentuk, pesan, komposisi, warna dan sebagainya.
| https://id.pinterest.com/pin/13159023897009030/ |
c.
Fungsi
Seni
Fungsi seni utamanya sebagai media artistik atau keindahan.
Itu karena seni bisa diartikan sebagai hasil karya manusia yang mengandung
unsur keindahan dan dapat memengaruhi perasaan orang lain. Karya seni tidak tercipta begitu
saja, di baliknya ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh penciptanya. Seni
tercipta karena suatu alasan. Dan alasan inilah yang membentuk sebuah fungsi
seni. Fungsi seni sendiri dibagi menjadi dua, yaitu fungsi individu dan fungsi
sosial.
d.
Macam
– Macam Seni
1)
Seni
Rupa
Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian yang dapat
dilihat dan berbentuk visual. Contoh dari seni nrupa adalah gambar, lukisan,
patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia.
2)
Seni Musik
Seni musik merupakan suatu karya menghasilkan bunyi sebagai unsur
utamanya. Di dalam seni musik terdapat unsusr melodi, harmonisasi, dan juga
perpaduan bunyi yang memberikan efek keindahan bagi yang mendengarnya.
3)
Seni Gerak
Seni gerak atau yang biasa disebut dengan seni tari, yang merupakan salah
satu enis seni yang memanfaatkan gerakan tubuh sebagai keindahan. Keluesan dan
kecocokan gerakan tubuh yang diiringi sebuah melodi atau ketukan membuat
gerakan itu menjadi menarik dan dapat di lihat dan dinikmati.
4)
Seni Teater atau Pertunjukan
Seni teater merupakan suatu seni yang memvisualisasikan imajinasi atau
menggambarkan sebuah kejadian yang nyata atau tidak nyata. Seni teater juga
bisa digabungkan dengan seni musik dan seni gerak bahkan seni rupa.
5)
Seni Sastra
Seni sastra yang bisa dinikmati melalui pendengaran dan penglihatan.
Biasanya seni sastra akan berbentuk kata-kata yang menarik berkesan dan
disampaikan dengan cara yang indah. Contoh dari seni sasatra ada puisi dan
kaligrafi.
2.
KRIYA
a.
Pengertian Seni Kriya
Seni kriya adalah salah satu cabang seni rupa
yang menghasilkan benda kerajinan (craft) yang bernilai seni dan
membutuhkan keahlian tangan (craftsmanship) yang tinggi untuk
membuatnya. Kriya menghasilkan benda seni seperti: Ukiran hias kayu / batu,
Topeng, Berbagai hiasan meja, Anyaman, Guci, Mainan, Kain Songket, dll.
Seni kriya adalah karya seni yang unik dan
punya karakteristik di dalamnya terkandung muatan-muatan nilai estetik,
simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional oleh karena itu dalam
perwujudannya didukung craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran
seni kriya termasuk dalam kelompok seni-seni adiluhung (Gustami, 1992:71).
| https://id.pinterest.com/pin/304837468514229212/ |
b.
Sejarah Seni Kriya
Kriya merupakan cabang seni rupa yang memiliki
akar kuat, yaitu nilai tradisi yang bermutu tinggi atau bernilai adiluhung.
Terutama di zaman klasik, zaman dimana kriya adalah media seni utama di
nusantara. Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparan perkembangan sejarah kriya
dari masa ke masa.
c.
Fungsi Seni Kriya
1)
Benda Hias
Kriya yang berfungsi menjadi benda hias mengutamakan nilai keindahan
yang dihasilkan
2)
Benda Pakai
Kriya yang akan
dipakai atau digunakan harus mementingkan kenyamanan dan keefektifitasan fungsi
dari benda yang dibuat. Kriya sebagai benda pakai haris tetap memiliki nilai
estetis dan ke-khas-an lebih untuk dapat bersaing dengan benda desain produk
yang diproduksi secara masal.
3)
Mainan
Benda kriya mainan
harus dapat berinteraksi dengan penggunanya.
4)
Benda Seni Eksperimental
Kriya sering dijadikan sebagai media seni murni kontemporer
untuk membuat karya seni yang eksperimental,
seperti gedung yang ditutupi oleh rajutan, pohon yang diberi hiasan, dsb.
3.
DESAIN
a.
Pengertian Desain
Pengertian desain adalah kegiatan kreatif untuk
merencanakan dan merancang sesuatu yang umumnya fungsional dan tidak ada sebelumnya
dalam rangka menyelesaikan suatu masalah tertentu agar memiliki nilai lebih dan
menjadi lebih bermanfaat bagi penggunanya. Pernyataan
tersebut diperkuat oleh salah satu pakar desain JB Reswick yang berpendapat
bahwa desain adalah kegiatan kreatif yang melibatkan penciptaan sesuatu yang
baru dan berguna yang belum ada sebelumnya. Namun pengertian desain tidak hanya sesederhana itu, karena
desain terbentuk dari berbagai konteks pembentuknya. Mulai dari definisi kamus,
tujuan, fungsi bahkan ke faktor ekstrinsik lain seperti penerimaannya secara
sosial. Maka
sebaiknya kita menelusuri satu-persatu pengertian desain berdasarkan unsur
pembentuknya, dimulai dari pengertian yang paling mendasar, yaitu dari makna
kata-nya sendiri atau secara leksikal (definisi kamus bahasa).
Kata “desain” adalah kata baru yang
indonesiakan dari bahasa inggris: design. Sebetulnya kata
“rancang” atau “merancang” adalah terjemahan yang dapat digunakan. Namun dalam
perkembangannya kata “desain” menggeser makna kata “rancang” karena kata
tersebut tidak dapat mewadahi kegiatan, keilmuan, keluasan dan pamor profesi
atau kompetensi Desainer ( Sachari, 2000).
b.
Fungsi
Secara umum terdapat
beberapa tujuan yang harus dicapai oleh desain yang baik. Sebetulnya tujuan
tersebut sangat tergantung pada desain apa yang ingin diciptakan, misalnya
desain produk memiliki tujuan yang lebih spesifik. Namun ada beberapa tujuan
umum yang mencakup seluruh cabang desain, tujuan-tujuan tersebut adalah:
·
Tercapainya fungsionalitas yang efektif
dan efisien
·
Sebagai identitas (brand)
·
Menjaga benda yang akan di buat (quality
control)
·
Kenyamanan Inderawi: tampilan yang
estetis
·
Menambah nilai benda yang akan dirancang
·
Mencapai kenyamanan fisik (ergonomis)
·
Memberikan nilai dan makna yang ingin
disampaikan
·
Menyampaikan gagasan yang ingin
disampaikan
c. Prinsip Desain
·
Kesatuan (Unity)
Unity adalah ukuran
seberapa baik setiap elemen dari sebuah desain bekerja sama dalam menciptakan
keselarasan atau keserasian. Prinsip unity dapat membantu semua
elemen bersatu padu dan menghasilkan tema yang kuat, serta menciptakan sebuah
hubungan yang saling mengikat.
·
Keseimbangan (Balance)
Balance dalam
desain grafis merupakan pembagian sama berat baik secara visual maupun secara
optis. Balance dibutuhkan untuk menciptakan desain yang komunikatif
dan memiliki estetika yang baik.
·
Proporsi (Proportion)
Pada dasarnya, proporsi
adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The
Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dipakai hingga saat ini
dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi merupakan perbandingan
antara bentuk elemen besar dengan elemen kecil. Proporsi menyangkut hubungan
antara satu bagian dengan bagian yang lain atau bagian dengan keseluruhan, atau
antara satu obyek dan obyek yang lainnya.
·
Irama (Rhythm)
Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam
bentuk-bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut,
barisan semut, gerak dedauan, dan lain-lain. Dalam desain grafis irama
merupakan pengulangan unsur visual dengan jarak tertentu yang menciptakan pola
atau tekstur pada desain. Pengulangan (mengulangi unsur serupa dengan cara yang
konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen)
adalah kunci untuk menciptakan visual ritme.
·
Dominasi (Domination)
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada
dalam sebuah karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata Dominance yang
berarti keunggulan, sifat unggul dan istimewa ini menjadikan suatu unsur
sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga
disebut Conter Of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai
bebera tujuan, yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan, dan
untuk memecah keberaturan, biasanya ditengarahi dengan emphasis.
d.
Jenis – Jenis Desain
1)
Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual)
Desain grafis adalah cabang ilmu desain yang mengutamakan
komunikasi visual yang dihasilkannya. Desain Grafis harus menghasilkan
komunikasi yang memberikan kenyamanan inderawi dan terhantarkan dengan baik
pada massa.
2)
Desain
Produk
Desain produk fokus terhadap fungsionalitas dan tampilan benda pakai
yang akan diproduksi secara industri. Selain keindahan tampilan, konsentrasi
ini juga menuntut seorang desainer untuk memperhatikan ergonomi atau kenyamanan
fisik pada benda pakai yang diciptakan.
3)
Desain Interior
Desain interior berfokus pada perancangan interior suatu ruang dalam
bangunan. Furnitur apa yang harus disediakan di suatu ruangan, bagaimana tata
letaknya, dsb. Desain interior harus mampu mengefisiensikan penggunaan ruang
yang telah dihasilkan oleh desian arsitektur.
4)
Desain Arsitektur
Cabang
ilmu desain yang terkonsentrasi terhadap perancangan bangunan. Karena terlalu
banyak menyangkut hal teknis bangunan, maka biasanya disiplin ilmu ini biasanya
tidak memboyongi embel-embel desain di depannya.
INFOGRAFIS TENTANG DESAIN
Komentar
Posting Komentar