I Made Sugiarta - Sejarah Seni Kriya dan Desain - Resume Materi Bab II "Komponen Desain Grafis" - Latihan Tugas 3
RESUME MATERI BAB II
KOMPONEN DESAIN GRAFIS
Komponen
desain grafis merupakan unsur pembentuk desain grafis itu sendiri. Dalam pembuatan sebuah desain grafis,
diperlukan komponen-komponen yang menjadi dasar visual dalam memberikan peranan
komunikasi secara visual. Untuk itu, komponen desain grafis terdiri atas 7
komponen, yaitu titik, garis, bentuk, ruang, terang-bayang, warna, dan tekstur.
Dari 7 komponen tersebut, perancang desain grafis dapat membangun atau membuat
sebuah desain yang menjadi sarana komunikasi secara visual.
Berikut 7 komponen yang
menjadi dasar dalam desain grafis, yaitu:
A.
Titik/Dot/Verteks
Titik
merupakan komponen
desain grafis yang paling mendasar, baik berdiri sebagai individual maupun
sebagai kelompok, komponen titik memberikan nuansa komunikasi yang berarti
dalam sebuah desain. Potensi titik, antara lain sebagai berikut:
1.
Membentuk
sebuah makna: titik tunggal bermakna selesai, titik berkelompok bermakna
kesatuan atau kebersamaan;
2.
Mengekspresikan
nilai statis dan emosi: titik tunggal yang berdiri sebagai kemantapan atau
bernilai absolut serta berdiri sebagai penekanan selesai;
3.
Dalam
desain, dapat berperan
sebagai pemberian aksen (sebagai elemen dekoratif, elemen emosi, dan elemen
bahasa gambar);
B.
Garis/Line
Garis
adalah sebuah komponen desain grafis yang merupakan perapatan dari sekelompok
titik yang berurut dan berunut, baik berdiri sebagai elemen utama maupun bagian
dari (aksen) komunikasi. Komponen garis memberikan juga nuansa komunikasi yang
berarti dalam sebuah desain. Potensi garis, antara lain sebagai berikut:
1. membentuk
garis tepi/kontur sebuah benda;
2. mengekspresikan
gerak dan emosi (garis horizontal: tenang, mati; garis diagonal: labil (tidak
stabil); garis zigzag: kehancuran, retak, tidak tenang; garis bergelombang:
hidup, kelembutan);
3. dalam
desain, bisa berperan sebagai pemberian aksen (sebagai pembatas, kolom, dan
dekoratif desain);
C.
Bentuk/Raut/Kurva
Bentuk/raut/kurva
adalah sebuah komponen desain grafis yang merupakan bertemunya titik awal garis
dengan titik akhir garis. Tentunya, hasil dari garis yang bertemu ini membentuk
sebuah bidang. Bidang tersebut, baik berdiri sebagai elemen utama maupun bagian
dari (aksen) komunikasi, sangat berperan dalam memberikan nuansa komunikasi
yang berarti dalam sebuah desain. Potensi Bentuk, antara lain sebagai berikut.
1.
Istilah bentuk digunakan untuk menyatakan
suatu bangun/shape yang tampak dari suatu benda.
2.
Bentuk merupakan rupa keliling dari sebuah
rancang.
3.
Bentuk mempunyai garis luar (Outline) atau
pembatas disekitarnya.
4.
Bentuk memaksimalkan karakter/kesan yang
ingin dicapai.
Ada
2 bentuk dasar dalam desain grafis, yaitu: Geometris dan Organis.
1.
Bentuk Geometris (segitiga, segiempat,
segilima, lingkaran, trapesium, dan seterusnya). Bentuk geometris ini,
merupakan sebagian dari bentuk dasar yang dipergunakan sebagai acuan dasar
desainer dalam merancang.
2.
Bentuk Organis, lengkungan bebas dan
fleksibel.
D.
Ruang/Space/Massa
Ruang
adalah sebuah komponen desain grafis yang merupakan kelanjutan dari bentuk yang
dikembangkan dapat membentuk ruang imajiner yang terkait persepsi pengamatnya.
Hasil dari pengembang bidang yang menjadi ruang ini lebih banyak berperan
sebagai elemen utama (berdasarkan tingkat kerumitannya), tetapi tidak menutup
kemungkinan pula dapat berdiri sebagai bagian dari komunikasi. Ruang sangat
berperan dalam memberikan nuansa 3 dimensi dalam unsur komunikasi visual.
Potensi ruang, antara lain sebagai berikut:
1.
Ruang menjadi pengembangan bidang yang
menjadi bidang lain, tetapi tidak hanya sekadar bidang baru. Ruang harus
memiliki dimensi sehingga melahirkan berat/massa pada bidang baru yang disebut
ruang.
2.
Sebuah bentuk 3 dimensi dapat digambarkan
pada permukaan papar yang terdiri atas beberapa bentuk 2 dimensi.
3.
Selain membentuk nuansa 3 dimensi, ruang
juga dapat memperlihatkan penggabungan bentuk dari sisi/cara pandang yang
berbeda (gestalt).
4.
Ruang kosong dimanfaatkan agar rancangan
tidak terlalu penuh.
5.
Ruang kosong dimanfaatkan sebagai pemisah.
E.
Terang-Bayang/Gradasi
Terang-Bayang adalah sebuah komponen desain grafis
yang merupakan permainan baru dalam bentuk ranah/lingkup arsir. Dari penambahan
elemen arsir tersebut (biasanya adalah efek gradasi), bentuk yang dikembangkan
akan memiliki nuansa realistik yang diambil dari prinsip jatuhnya unsur
gelap-terang pada sebuah benda bila
terkena sumber cahaya. Hasil dari komponen terang-bayang ini berperan sebagai
ilustrasi utama (berdasarkan nilai realistiknya), tetapi tidak menutup
kemungkinan pula dapat berdiri sebagai bagian dari komunikasi yang kreatif.
Potensi terang-bayang, antara lain sebagai berikut:
1. Terang-bayang dari arsiran adalah upaya
menambah nuansa jatuhnya highlight dan shadow pada sebuah benda.
2. Pendekatan terang-bayang ini menghasilkan
nuansa realistik dan/ atau fotografik pada sebuah komponen desain.
3.
Peranannya bisa kepada ilustrasi yang
utama juga bisa sebagai sebuah elemen aksen dekoratif.
F.
Warna/Color
Warna adalah sensasi yang ditimbulkan oleh otak
sebagai akibat daripada sentuhan gelombang-gelombang cahaya pada retina mata. Kira-kira
ada 10 juta warna yang berbeda dapat dilihat dari mata manusia. Warna dapat
berupa warna alam maupun buatan. Pada warna alam, warna asli dari bahan yang
ditampilkan, sedangkan warna buatan,
warna asli ditutup dengan lapisan cat atau diubah dengan cara lain. Selain itu
ada warna yang disebut sebagai warna pigmen (dihasilkan dari percampuran
tinta/cat) dan warna cahaya (dihasilkan dari sinar) seperti layar monitor,
layar televisi, layar handphone.
Warna pada dasar keilmuan desain grafis mengacu pada
lingkaran warna pigmen (subtractive), yang membagi warna dasar/primer menjadi
merah, kuning, dan biru, kemudian masuk dalam turunan pertama/sekunder, dan
seterusnya. Sementara dalam pekerjaan yang berhubungan dengan layar (animasi,
televisi, web design) mengacu pada lingkaran warna cahaya (additive).
Potensi warna dalam desain grafis antara lain sebagai
berikut:
a. Warna serta nilai gelap dan terangnya,
dapat dimanfaatkan untuk memberikan kesan berat-ringan benda, volume, kedalaman
komposisi, dan sebagainya.
b.
Warna menciptakan
suasana/mood//sifat/karakter tertentu pada rancangan.
Desainer grafis harus cerdas dalam
menentukan warna yang cocok dalam perancangan. Pemilihan warna dapat ditentukan
dari konsep analisis dan strategi yang ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna
sudah didapatkan dari proses analisa dan strategi, tentu pekerjaan akan lebih
mudah dan terarah.
G.
Tekstur
Tekstur adalah sebuah komponen desain grafis yang
merupakan tampilan/karakteristik/gambaran/representasi sifat dari suatu
permukaan. Tekstur dapat dibiarkan sebagaimana adanya atau diolah secara khusus
menurut kehendak perancangnya. Permukaan dapat polos, bersisik, licin, kasar,
pudar, kusam, kilap, lembut, halus, berlendir, terasa gatal, berbulu, dan
lain-lain. Tekstur merupakan salah satu unsur seni yang unik karena ia dapat
mengaktifkan 2 proses penginderaan sekaligus (visual dan raba). Tekstur dapat
berukuran kecil, menekankan pada kedua-dimensian permukaan sebagai hiasan, atau
berukuran besar yang menekankan pada kesan raba pada 3D. Potensi tekstur,
antara lain sebagai berikut:
a. Memperkaya kenikmatan visual;
b. Dipakai dalam memvisualkan objek;
c. Membangkitkan perasaan untuk meraba;
d. Memperjelas kesan adanya ruang;
e. Tekstur dan kesan ruang: tekstur
detail/halus (jarak dekat) dan tekstur blur/kurang jelas (jarak jauh).
Untuk
meningkatkan sensasi rabaan lewat tekstur, kita bisa lakukan dengan teknik
cetak, misalnya matte (dilapisi dengan bahan kimia sehingga hasil cetakan
terasa keset/doff), uv gloss (dilapisi dengan bahan kimia sehingga tampilan
lebih mengkilap dan tahan air). Selain dari teknik cetak, kita juga dapat
meingkatkan kekuatan desain lewat material/media cetaknya yaitu kertas. Pada
masa sekarang sudah sangat banyak pabrik dan distributor kertas dengan beragam
ketebalan, warna, dan tekstur untuk meningkatkan tampilan fisik desain grafis.
Komentar
Posting Komentar