Tinjauan Seni dan Desain

 

          Sumber : https://id.pinterest.com/pin/761812093217749999/

Tinjauan Seni dan Desain

BAB I

1.     Batasan Pengertian Tinjauan Seni

Tinjauan seni artinya pandangan tentang seni, pendapat mengenai seni, tafsiran seputar seni, perenungan ihwal seni, atau pengamatan terhadap seni. Ketika kata tinjauan tersebut dirangkaikan dengan kata seni rupa, pengertiannya menjadi lebih khusus yaitu pandangan, pendapat, tafsiran, perenungan, ataupun pengamatan terhadap seni rupa. Kata seni rupa menjadi lebih sempit karena hanya mencakup sejumlah bidang bahasan kesenirupaan, tanpa mengikutsertakan bahasan bidang seni lainnya secara lebih mendalam. Sekalipun demikian, pada kenyataannya, bahasan tentang kesenirupaan tidak akan bisa dilepaskan dari keterkaitan bahasan dengan bidang seni lainnya

 

2.     Ruang Lingkup Tinjauan Seni

Meninjau seni memerlukan latar belakang pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan seni. Seni adalah gambaran rasa, pikir, dan lingkungan, yang melatarbelakangi tampilan seni. Oleh karena itu, seni juga adalah gambaran individu, sosial, dan budaya. Meninjau, menimbang, dan menafsir seni, baik berupa konsep maupun karya, mesti berurusan dengan masalah rasa, pikir, dan kondisi lingkungan yang melatarbelakangi tampilan seni. Seseorang, sebagai individu yang unik, memiliki tanggapan rasa yang berbeda dengan individu yang lain. Misalnya dalam menanggapi objek manusia, seorang Dani di Irian Jaya dengan seorang Pigmy di Afrika, sekalipun sama-sama berlatar belakang kehidupan primitif, akan memiliki cara pandang yang khas masing-masing.

 

3.     Batasan Pengertian Seni

Kata seni secara umum sering diartikan orang secara sempit. Pengertian umum tersebut bisa diperiksa pada kamus-kamus yang sering dijadikan sumber acuan orang ketika akan mendefinisikan kata-kata tertentu. Tetapi pada dasarnya, jika kita ingin mendapatkan pengertian khusus suatu kata, suatu peristilahan, seharusnya kita mencari pengertiannya di dalam kamus khusus, bukan dalam kamus umum. Pengertian yang akan kita dapatkan dalam kamus umum hanyalah pengertian yang umum, bukan pengertian khusus. Pengertian khusus tentang seni sepantasnya kita cari dalam kamus seni. Istilah seni banyak digunakan dalam berbagai bidang kajian. Pengertian kata tersebut memiliki arti yang berbeda-beda. Untuk melihat perbedaan tersebut, kita harus memeriksa kamus-kamus yang dipakai dalam berbagai bidang kajian. Pengertian seni yang umum bisa diperiksa, misalnya, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI, 1991: 916-917); Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1990: 816), dan Logat Ketjil Bahasa Indonesia (LKBI, 1951: 111). Istilah seni bertalian dengan kata: halus, kecil, tipis, lembut, mungil, elok, yang akan digunakan untuk --mislanya-- rabaan, bunyi, keadaan tubuh, dan keadaan benda. Seperti “suara seni, jarum yang seni, dan ular seni”.

 

4.     Contoh Ruang Lingkup Batasan Kesenian

Seni banyak macamnya. Kenekamacaman seni, kemudian disebut kesenian, pada kenyataannya berkaitan dengan neka media ungkap yang digunakan. Secara umum, berdasarkan neka media itu, kesenian dikenal terdiri atas lima cabang. Kelima cabang kesenian tadi disebut secara berbeda sejalan dengan perbedaan alat ungkap yang dipilih oleh masing-masing seniman. Seorang seniman yang tersentuh hatinya oleh suatu objek tertentu, katanlah disentuh oleh rasa senang, rasa senang itu akan dikonkretkan menjadi karya seni melalui media tertentu. Misalnya, rasa senang yang dinyatakan lewat media rupa melahirkan sebutan seni rupa; lewat media suara memunculkan seni suara atau seni musik; lewat media gerak menghasilkan seni tari; lewat media bahasa memungkinkan lahir seni sastra; dan lewat gabungan media rupa-suara-gerak-bahasa menjadi seni pentas, seni teater. Dalam kegiatan seni teater bisa diolah aneka media seni. Untuk menata panggung pertunjukan, menata wajah, menata cahaya misalnya, media rupa menjadi bagian utama yang diolah dalam kegiatan ini. Media suara diolah untuk menyempurnakan tampilan pemain, berupa tatawicara maupun ilustrasi musik. Media gerak menjadi bagian penting dalam tampilan pemain: gerak yang diatur secara artistik untuk menghidupkan peran yang disandang oleh para pemain. Dan, media bahasa adalah media terpenting dalam kegiatan seni teater, bahasa isyarat maupun bahasa ucap serta tulis. Masing-masing cabang kesenian memiliki ranting-ranting yang banyak. Setiap ranting pun memiliki tangkai yang beragam. Dan, pada kenyataannya, kesenian adalah sebuah dahan dari pohon unik kebudayaan yang memiliki banyak ranting. Akar pohon kebudayaan adalah sistem gagasan yang menjadi sumber tenaga bagi batang kompleks kegiatan, kemudian tenaga itu diedarkan kepada seluruh dahan hasil karya manusia.

 

5.     Batasan Pengertian Seni menurut Para Ahli

a.      Menurut Aristoteles, seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.

b.     Prof. Drs. Suwaji bastomi, seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam  bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru.

c.      Drs Popo Iskandar, seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok.

d.     Drs. Sudarmaji, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang,garis,warna,tekstur,volume dan gelap terang.

Doddy Budiaman. 2018. https://docplayer.info/65371685-Pengertian-seni-menurut-para-ahli.html.2 Maret 2021.

 

6.     Batasan Pengertian Seni Rupa

Seni rupa adalah salah satu bagian dari bentuk kesenian. Rupa merupakan media yang digunakan dalam melahirkan karya-karya bidang seni ini. Begitu banyak jenis seni rupa. Oleh karena itu, begitu banyak pula bentuk-bentuk seni rupa ini. Dalam KUBI dan KBBI, sebagai sumber pengetahuan pertama bagi masyarakat pelajar umum, kita hanya akan menemukan uraian tentang seni rupa itu secara sangat terbatas. Kita hanya akan menemukan bahwa seni rupa terdiri atas seni pahat dan seni lukis. Kalau pun disebut yang lain, seperti seni bangunan dan seni patung, penyebutannya sebagai bagian dari penjelasan tentang seni murni (pinjaman dari uraian yang ada pada buku-buku teori seni rupa Barat). Seni rupa, dalam sejumlah buku susunan ahli teori seni rupa Barat, dikelompokkan ke dalam dua rumpun besar: major arts (seni utama) dan minor arts (seni remeh). Myers, dalam bukunya yang berjudul Understanding the Arts (1958) menyebutkan: “It is, at best, unsatisfactory to classify some art forms as ‘minor’, distinguishing them from such ‘major’ classifications as painting, sculpture, architecture, prints, and drawings. And yet there are certain distinctions between the major arts and those of ceramics, glass, decorative mosaic and tile, textile, metalwork, furniture, arm and armor, and even books. The works of these last are not only objects of art; they are also instruments of use”.

 

7.     Ruang Lingkup Bahasan Seni Rupa

Beberapa karya seni rupa dari Jawa Tengah (di sini tidak akan disebut sebagai seni rupa Indonesia, karena pada pameran tersebut tidak semua jenis karya seni rupa Indonesia terwakili) ikut ditampilkan dalam pameran ini. Karya seni rupa tersebut hanya terdiri atas sejumlah kain sarung (ditampilkan terbanyak) dan beberapa motif batik. Sarung dan motif batik tersebut merupakan hasil pinjaman dari salah satu museum di Belanda. Yang menarik perhatian, di antara sejumlah nama staf ahli pameran ini, terselip nama seorang Indonesia dan seorang lagi diperkirakan warga Belanda keturunan Indonesia: Surya Brata (ahli musik dari Jakarta) dan Alit Velduessen Djajasoebrata (mewakili Rotterdam).

Masih banyak buku lain sejenis yang bisa diperiksa. Misalnya, Art Today (Ray Faulkner & Edwin Ziegfeld, 1963), membahas seni rupa yang dikaitkan dengan permasalahan kebutuhan keseharian manusia: dalam rumah tangga, masyarakat, agama, industri, dan perdagangan. Tanpa memilah seni rupa yang “utama dan remeh”, karya-karya yang dibahas dalam buku ini di antaranya: perabotan rumah, patung, pisau, sendok, garpu, bejana, bocong (kendi), pintu, jembatan, dan badan kendaraan. Selanjutnya, dibahas pula bangunan, meja, buyung, mangkuk, pot bunga, piring, tempayan, tempat lilin, kuali, pinggan, gelas piala, botol, dinding keramik, hiasan dinding, selimut, permadani, babut, pakaian, tirai, dan penutup dinding.

Satu buku lain yang bisa dijadikan bahan bandingan adalah buku Russian Art (Cyril G.E. Bunt, 1946), tentang seni rupa Rusia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh masyarakat seni Indonesia. Bunt membahas seni rupa Rusia mulai dari masa pra-Kristen hingga masa abad ke-20. Karya-karya seni rupa yang dibahas oleh Bunt antara lain: sarung pedang, peti, penutup kepala, terompet, kalung, hiasan kalung, obor, gelang, pot bunga, singgasana, perapian, gerbang, tanda peringatan, katedral, tiang, gereja, istana, balairung, beranda, lukisn fresko, mosaik, patung orang suci (icon), cukilan kayu, etsa, teko, pisin, piring, patung kecil, bejana, kaki dian, perhiasan, tongkat pastor, peti kayu, peti mayat, halo, mangkuk, jilid buku, panel, perkakas tenun, pengeretan, mainan, harpa, bas, pakaian, topi, dan lain-lain.

Seni adalah bagian dari kehidupan. Seni tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Demikian yang dikemukakan oleh Herkovits dalam Cultural Anthropology (1955: 234). Antropolog mendekati seni rupa dari sisi bentuk, teknik pembuatan, motif hias, dan gaya (Koentjaraningrat, 1990: 380). Tetapi, untuk mendefinisikan istilah art, antropolog seperti Robert Layton masih menunjuk sejumlah masalah, mungkin karena Layton dipengaruhi oleh pola pikir teoretisi seni rupa Barat:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persamaan dan Perbedaan Ilustrasi, Poster, dan Infografis

Wawancara Seniman Ukir