Tinjauan Seni dan Desain
Tinjauan Seni dan Desain
BAB I
1.
Batasan
Pengertian Tinjauan Seni
Tinjauan
seni artinya pandangan tentang seni, pendapat mengenai seni, tafsiran seputar
seni, perenungan ihwal seni, atau pengamatan terhadap seni. Ketika kata
tinjauan tersebut dirangkaikan dengan kata seni rupa, pengertiannya menjadi
lebih khusus yaitu pandangan, pendapat, tafsiran, perenungan, ataupun
pengamatan terhadap seni rupa. Kata seni rupa menjadi lebih sempit karena hanya
mencakup sejumlah bidang bahasan kesenirupaan, tanpa mengikutsertakan bahasan
bidang seni lainnya secara lebih mendalam. Sekalipun demikian, pada
kenyataannya, bahasan tentang kesenirupaan tidak akan bisa dilepaskan dari
keterkaitan bahasan dengan bidang seni lainnya
2.
Ruang
Lingkup Tinjauan Seni
Meninjau
seni memerlukan latar belakang pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan
dengan keberadaan seni. Seni adalah gambaran rasa, pikir, dan lingkungan, yang
melatarbelakangi tampilan seni. Oleh karena itu, seni juga adalah gambaran
individu, sosial, dan budaya.
Meninjau,
menimbang, dan menafsir seni, baik berupa konsep maupun karya, mesti berurusan
dengan masalah rasa, pikir, dan kondisi lingkungan yang melatarbelakangi
tampilan seni. Seseorang, sebagai individu yang unik, memiliki tanggapan rasa
yang berbeda dengan individu yang lain. Misalnya dalam menanggapi objek
manusia, seorang Dani di Irian Jaya dengan seorang Pigmy di Afrika, sekalipun
sama-sama berlatar belakang kehidupan primitif, akan memiliki cara pandang yang
khas masing-masing.
3.
Batasan
Pengertian Seni
Kata
seni secara umum sering diartikan orang secara sempit. Pengertian umum tersebut
bisa diperiksa pada kamus-kamus yang sering dijadikan sumber acuan orang ketika
akan mendefinisikan kata-kata tertentu. Tetapi pada dasarnya, jika kita ingin
mendapatkan pengertian khusus suatu kata, suatu peristilahan, seharusnya kita
mencari pengertiannya di dalam kamus khusus, bukan dalam kamus umum. Pengertian
yang akan kita dapatkan dalam kamus umum hanyalah pengertian yang umum, bukan
pengertian khusus. Pengertian khusus tentang seni sepantasnya kita cari dalam
kamus seni. Istilah seni banyak digunakan dalam berbagai bidang kajian.
Pengertian kata tersebut memiliki arti yang berbeda-beda. Untuk melihat
perbedaan tersebut, kita harus memeriksa kamus-kamus yang dipakai dalam
berbagai bidang kajian. Pengertian seni yang umum bisa diperiksa, misalnya,
dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI, 1991: 916-917); Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI, 1990: 816), dan Logat Ketjil Bahasa Indonesia (LKBI, 1951:
111). Istilah seni bertalian dengan kata: halus, kecil, tipis, lembut, mungil,
elok, yang akan digunakan untuk --mislanya-- rabaan, bunyi, keadaan tubuh, dan
keadaan benda. Seperti “suara seni, jarum yang seni, dan ular seni”.
4.
Contoh
Ruang Lingkup Batasan Kesenian
Seni
banyak macamnya. Kenekamacaman seni, kemudian disebut kesenian, pada
kenyataannya berkaitan dengan neka media ungkap yang digunakan. Secara umum,
berdasarkan neka media itu, kesenian dikenal terdiri atas lima cabang. Kelima
cabang kesenian tadi disebut secara berbeda sejalan dengan perbedaan alat
ungkap yang dipilih oleh masing-masing seniman. Seorang seniman yang tersentuh
hatinya oleh suatu objek tertentu, katanlah disentuh oleh rasa senang, rasa
senang itu akan dikonkretkan menjadi karya seni melalui media tertentu.
Misalnya, rasa senang yang dinyatakan lewat media rupa melahirkan sebutan seni
rupa; lewat media suara memunculkan seni suara atau seni musik; lewat media
gerak menghasilkan seni tari; lewat media bahasa memungkinkan lahir seni
sastra; dan lewat gabungan media rupa-suara-gerak-bahasa menjadi seni pentas,
seni teater. Dalam kegiatan seni teater bisa diolah aneka media seni. Untuk
menata panggung pertunjukan, menata wajah, menata cahaya misalnya, media rupa
menjadi bagian utama yang diolah dalam kegiatan ini. Media suara diolah untuk
menyempurnakan tampilan pemain, berupa tatawicara maupun ilustrasi musik. Media
gerak menjadi bagian penting dalam tampilan pemain: gerak yang diatur secara artistik
untuk menghidupkan peran yang disandang oleh para pemain. Dan, media bahasa
adalah media terpenting dalam kegiatan seni teater, bahasa isyarat maupun
bahasa ucap serta tulis. Masing-masing cabang kesenian memiliki ranting-ranting
yang banyak. Setiap ranting pun memiliki tangkai yang beragam. Dan, pada
kenyataannya, kesenian adalah sebuah dahan dari pohon unik kebudayaan yang
memiliki banyak ranting. Akar pohon kebudayaan adalah sistem gagasan yang
menjadi sumber tenaga bagi batang kompleks kegiatan, kemudian tenaga itu
diedarkan kepada seluruh dahan hasil karya manusia.
5.
Batasan
Pengertian Seni menurut Para Ahli
a.
Menurut Aristoteles, seni adalah peniruan
terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.
b.
Prof. Drs. Suwaji bastomi, seni adalah
aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam bentuk
agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru.
c.
Drs Popo Iskandar, seni adalah hasil
ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup
bermasyarakat/berkelompok.
d.
Drs. Sudarmaji, seni adalah segala manifestasi batin
dan pengalaman estetis dengan menggunakan media
bidang,garis,warna,tekstur,volume dan gelap terang.
Doddy Budiaman. 2018. https://docplayer.info/65371685-Pengertian-seni-menurut-para-ahli.html.2
Maret 2021.
6.
Batasan
Pengertian Seni Rupa
Seni
rupa adalah salah satu bagian dari bentuk kesenian. Rupa merupakan media yang
digunakan dalam melahirkan karya-karya bidang seni ini. Begitu banyak jenis
seni rupa. Oleh karena itu, begitu banyak pula bentuk-bentuk seni rupa ini.
Dalam KUBI dan KBBI, sebagai sumber pengetahuan pertama bagi masyarakat pelajar
umum, kita hanya akan menemukan uraian tentang seni rupa itu secara sangat
terbatas. Kita hanya akan menemukan bahwa seni rupa terdiri atas seni pahat dan
seni lukis. Kalau pun disebut yang lain, seperti seni bangunan dan seni patung,
penyebutannya sebagai bagian dari penjelasan tentang seni murni (pinjaman dari
uraian yang ada pada buku-buku teori seni rupa Barat). Seni rupa, dalam
sejumlah buku susunan ahli teori seni rupa Barat, dikelompokkan ke dalam dua
rumpun besar: major arts (seni utama) dan minor arts (seni remeh). Myers, dalam
bukunya yang berjudul Understanding the Arts (1958) menyebutkan: “It is, at
best, unsatisfactory to classify some art forms as ‘minor’, distinguishing them
from such ‘major’ classifications as painting, sculpture, architecture, prints,
and drawings. And yet there are certain distinctions between the major arts and
those of ceramics, glass, decorative mosaic and tile, textile, metalwork,
furniture, arm and armor, and even books. The works of these last are not only
objects of art; they are also instruments of use”.
7.
Ruang
Lingkup Bahasan Seni Rupa
Beberapa
karya seni rupa dari Jawa Tengah (di sini tidak akan disebut sebagai seni rupa
Indonesia, karena pada pameran tersebut tidak semua jenis karya seni rupa
Indonesia terwakili) ikut ditampilkan dalam pameran ini. Karya seni rupa
tersebut hanya terdiri atas sejumlah kain sarung (ditampilkan terbanyak) dan
beberapa motif batik. Sarung dan motif batik tersebut merupakan hasil pinjaman
dari salah satu museum di Belanda. Yang menarik perhatian, di antara sejumlah
nama staf ahli pameran ini, terselip nama seorang Indonesia dan seorang lagi
diperkirakan warga Belanda keturunan Indonesia: Surya Brata (ahli musik dari
Jakarta) dan Alit Velduessen Djajasoebrata (mewakili Rotterdam).
Masih
banyak buku lain sejenis yang bisa diperiksa. Misalnya, Art Today (Ray Faulkner
& Edwin Ziegfeld, 1963), membahas seni rupa yang dikaitkan dengan
permasalahan kebutuhan keseharian manusia: dalam rumah tangga, masyarakat,
agama, industri, dan perdagangan. Tanpa memilah seni rupa yang “utama dan
remeh”, karya-karya yang dibahas dalam buku ini di antaranya: perabotan rumah,
patung, pisau, sendok, garpu, bejana, bocong (kendi), pintu, jembatan, dan
badan kendaraan. Selanjutnya, dibahas pula bangunan, meja, buyung, mangkuk, pot
bunga, piring, tempayan, tempat lilin, kuali, pinggan, gelas piala, botol,
dinding keramik, hiasan dinding, selimut, permadani, babut, pakaian, tirai, dan
penutup dinding.
Satu
buku lain yang bisa dijadikan bahan bandingan adalah buku Russian Art (Cyril
G.E. Bunt, 1946), tentang seni rupa Rusia yang mungkin kurang banyak dikenal
oleh masyarakat seni Indonesia. Bunt membahas seni rupa Rusia mulai dari masa
pra-Kristen hingga masa abad ke-20. Karya-karya seni rupa yang dibahas oleh
Bunt antara lain: sarung pedang, peti, penutup kepala, terompet, kalung, hiasan
kalung, obor, gelang, pot bunga, singgasana, perapian, gerbang, tanda
peringatan, katedral, tiang, gereja, istana, balairung, beranda, lukisn fresko,
mosaik, patung orang suci (icon), cukilan kayu, etsa, teko, pisin, piring,
patung kecil, bejana, kaki dian, perhiasan, tongkat pastor, peti kayu, peti
mayat, halo, mangkuk, jilid buku, panel, perkakas tenun, pengeretan, mainan,
harpa, bas, pakaian, topi, dan lain-lain.
Seni
adalah bagian dari kehidupan. Seni tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.
Demikian yang dikemukakan oleh Herkovits dalam Cultural Anthropology (1955:
234). Antropolog mendekati seni rupa dari sisi bentuk, teknik pembuatan, motif
hias, dan gaya (Koentjaraningrat, 1990: 380). Tetapi, untuk mendefinisikan
istilah art, antropolog seperti Robert Layton masih menunjuk sejumlah masalah,
mungkin karena Layton dipengaruhi oleh pola pikir teoretisi seni rupa Barat:

Komentar
Posting Komentar