Tinjauan Seni dan Desain - Pengelompokan Seni Rupa
BAB III
PENGELOMPOKAN SENI RUPA
1. Pengelompokan Seni Rupa berdasarkan konsep pembuatannya
Konsep, dalam pengertian ini, adalah “ide atau pengertian” (Moeliono, peny., 1990: 456), “pengertian, paham” (Wojowasito, 1982: 78). Dalam dunia teori seni rupa dikenal dua istilah nilai yang mendasari pembuatan karya, yaitu nilai estetis dan fungsional.
Nilai estetis mengacu kepada pengertian keindahan, keindahan se-mata, atau sesuatu yang nonfungsional. Jadi, benda-benda seni rupa yang dibuat mengacu kepada nilai keindahan saja, sisi fungsional benda tersebut hanya hal yang sangat kecil saja. Bahkan, benda tersebut sama sekali tidak memiliki nilai guna. Nilai fungsional adalah nilai guna. Artinya, benda-benda seni rupa yang dibuat berdasarkan ide atau paham nilai guna pembuatan ini, mengandung pengertian bahwa benda tersebut akan memiliki fungsi tertentu: benda tersebut akan digunakan sebagai alat kegiatan tertentu.
Benda-benda estetis non-fungsional, sejak awal penggubahannya dimaksudkan untuk mendapatkan nilai estetis semata. Secara fisik benda-benda tersebut nonfungsional. Baik lukisan maupun patung, keduanya adalah benda estetis. Tetapi, ketika benda-benda tersebut kemudian “difungsikan” oleh penggunanya untuk suatu keperluan kegunaan tertentu, nilai guna tersebut “datang kemudian”, tidak beserta benda tersebut sejak awal penggubahannya.
Konsep awal itulah yang
selanjutnya akan menjadi pertimbangan dalam pemilahan benda-benda seni rupa
dalam bagian tulisan ini. Memilah benda seni rupa dan mengelompokkannya
berdasarkan konsep awal pembuatan tidak berarti mengada-ada atau mempersoalkan
hal-hal yang sudah cukup jelas. Hal ini dibahas untuk menunjukkan bahwa dalam
dunia teori seni rupa kita mengenal adanya kelompok-kelompok karya.
2. Perbedaan pengertian seni murni dengan seni terap
Seni murni dan seni terap memiliki pengertian yang berbeda. Seni murni merupakan
hasil karya seni yang dibuat oleh seorang seniman fungsinya melainkan
semata-mata hanya untuk dinikmati keindahannya saja. Kebanyakan seni rupa yang
dapat ditemui merupakan hasil yang memberikan arti simbolik. fungsi dari
hasil karya tersebut hanya sebagai lukisan keindahannya saja tanpa bisa dipakai
untuk kegiatan sehari-hari.
Sedangkan seni terapan merupakan salah satu jenis seni
rupa yang hasil karyanya sengaja dibuat untuk membantu kegiatan
manusia. dalam seni rupa terapan tinggi atau rendahnya nilai estetika
sejatinya tidak terlalu menjadi bahan pertimbangan. seni rupa terapan bisa
ditemukan semua benda yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, karena
nilai guna fokus utama. seniman yang membuat hasil seni karya seni
rupa terapan harus mempertimbangkan sisi keamanan, kenyamanan. nilai guna serta
tentunya nilai estetika.
3. Latar belakang munculnya pemilahan seni murni dan seni terap
Teori seni rupa Barat yang kemudian kita rujuk, mencatat adanya istilah seni murni (pure art) dan seni terap (applied art). Munculnya peristilahan tadi, seperti dicatat dalam sejumlah buku teori seni rupa (lihat kembali bab 1 buku ini), berawal dari pembedaan pelaku seni rupa. Para pelaku seni rupa Barat yang sekaligus sebagai pengolah teori adalah seniman-seniman yang tinggal di lingkungan kota. Mereka adalah akademisi (Sudjoko menyebutnya sebagai pekota, karena mereka dianggap sebagai orang yang merasa paling orang kota). Mereka merasa memiliki “kelebihan-kelebihan” dibanding seniman yang tinggal di desa (disebut Sudjoko: pedesa). Oleh karena itu, para pekota tidak mau dipersamakan dengan para pedesa. Dan, karena pekota menjadi “penguasa teori seni rupa” melalui buku-buku teori yang mereka susun, maka secara teori mereka bisa bebas mengelompokkan seniman pekota terpisah dari para seniman pedesa.
Munculnya istilah major
art (seni utama) dan minor art (seni remeh) pun terkait dengan pengelompokan
tadi. Seni utama adalah karya seni yang digarap oleh para pekota, penguasa
teori seni. Sedangkan di luar seni yang mereka garap, cukup disebut sebagai
seni remeh saja. Pembedaan secara teori itu pada dasarnya terkait dengan
keinginan para seniman pekota, supaya berbeda posisi dengan para seniman
pedesa. Dari pengelompokan seni rupa utama-remeh tersebut, pelakunya hingga
kini tidak pernah bisa “didekatkan”. Tetapi dalam bidang kesenian lain,
misalnya seni tari, musik, dan pertunjukan, kolaborasi antara seniman pekota
dengan pedesa telah begitu sering dilakukan. Bahkan, untuk mencari kebaruan
dalam cara garap dan jenis hasil, perpaduan seni (selain seni rupa) tradisional
dengan seni modern begitu sering dilakukan. Perpaduan tradisional-modern dalam
seni rupa memang telah banyak dihasilkan. Tetapi, senimannya tidak pernah
secara langsung berkolaborasi, melainkan para seniman pekota mencomot
nilai-nilai tradisi kemudian memasukkan ke dalam tampilan karyanya.
4. Pengelompokan seni rupa berdasarkan teknik pembuatannya
Jenis karya seni rupa
berkembang berdasarkan penguasaan teknik yang dimilik para senimannya. Di
samping kreativitas pelakunya, perkembangan teknologi turut memberi andil besar
dalam mendorong perembangan jenis-jenis karya seni rupa tertentu. Namun ada
jenis karya seni rupa yang dipakem dengan ciri dan ketentuan tertentu yang
seolaholah harus diikuti secara mutlak oleh para pelakunya. Ternyata,
keterikatan dengan pakem itu bukan hanya milik seniman tradisi, tapi juga
dianut para seniman modern.
Pada perubahan-perubahan
konsep yang kemudian mengubah teknik, muncul juga anakjenis kegiatan yang baru
dari setiap jenis yang telah ada. Bisa juga merupakan hasil penggabungan dari
beberapa jenis atau teknik tertentu. Seni lukis batik, seni instalasi, seni
grafis komputer, film animasi,
misalnya. Seni instalasi, boleh
jadi, tampilannya menggunakan teknik berkarya yang digunakan dalam kegiatan
seni patung yang digabung dengan teknik melukis. Tetapi, dalam penampilannya,
juga paneikmatannya, kita dihadapkan kepada cara mempertunjukkan yang dipinjam
dari seni teater.
5. Pengelompokan seni rupa berdasarkan medianya
Karya seni rupa pada
awalnya bersumber dari pikir, rasa, dan respons terhadap lingkungan seseorang.
Keinginan membangun,rasa senang, ingin mengatasi persoalan lingkungan tertentu
misalnya, bisa mempengaruhi siapa saja. Orang yang tergugah pikir, rasa, dan
kesadaran lingkungannya karena menyaksikan keagungan Tuhan, akan merespons
rangsangan tersebut dengan cara dan alat yang berbeda-beda. Seniman tari akan
menjabarkan kekaguman terhadap ciptaan Tuhan melalaui gerakan-gerakan tubuh
yang menggambarkan keindahan gerak sayap burung, gemulainya daun padi yang
menguning, atau alunan ombak yang mengombang-am-bingkan perahu cadik, misalnya,
menjadi susunan gerak tarian.
Seni menurut media yang di gunakan terbagi 3 yaitu, seni yang dapat di nikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik, seni suara dan seni sastra seperti puisi dan pantun seni yang di nikmati dengan media penglihatan ( visual art) misalnya lukisan poster, seni gerak bela diri, seni bangunan dsb. Seni yang di nikmati melalui media pengelihatan dan pendengaran(audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang atau film.
6. Pengelompokan Seni Rupa
· Seni
murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur
ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukkan dengan fungsi atau
kegunaan tertentu. seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segiestetik dan
artistiknya. Seni
yang dibuat untuk mengekspresikan nilai budaya dan keindahan. Artinya, seni
murni tidak memiliki fungsi lain selain sebagai hiasan. Biasa disebut
dengan Art for Art dimana proses penciptaan dan penjabaran sebuah
konsep seni hanya melulu berorientasi pada keberadaan seni itu sendiri. Tetapi apa yang disebut Seni Murni
pada awal penciptaannya bisa saja bergeser menjadi seni terapan ketika sebuah
karya seni murni sebagai idiom artistik digunakan sebagai sebuah komponen
artistik dalam sebuah tampilan seni terapan. Kebebasan dalam berekspresi
menjadi hal penting dalam berkarya seni murni. kelompok seni ini terdiri atas :
a. Seni Grafis
Seni lukis adalah salah
satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis
adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi
untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti
kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai
media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa
memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
b. Seni Grafis
Seni grafis adalah cabang
seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di
atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan
karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap
salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain,
menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan
sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan
adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu
digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak
lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan
biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan.
Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa
seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk
menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.
c. Seni Patung
Seni patung adalah cabang
seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan
cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan
cetakan).
d. Seni Instalasi
Seni instalasi
(installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan
mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks
kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan
sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep
seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang
menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang,
waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung pameran)
sebagai konsepsi akhir dari olah rupa
e. Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan (Bahasa
Inggris: performance art) adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau
kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya melibatkan empat
unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.
Meskipun seni performance bisa juga dikatakan termasuk di dalamnya
kegiatan-kegiatan seni mainstream seperti teater, tari, musik dan sirkus, tapi
biasanya kegiatan-kegiatan seni tersebut pada umumnya lebih dikenal dengan
istilah 'seni pertunjukan' (performing arts). Seni performance adalah istilah
yang biasanya mengacu pada seni konseptual atau avant garde yang tumbuh dari
seni rupa dan kini mulai beralih ke arah seni kontemporer.
f. Seni Keramik
Seni Keramik adalah
cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari
yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula
kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya.
Venus of Dolni Vestonice adalah karya keramik tertua yang pernah ditemukan.
g. Seni
film
h. Seni
koreografi
i. Seni
fotografi
j. Seni
kaligrafi
k. Seni graffiti
· Seni
Terapan (applied-art)
Berbeda dengan seni
murni. Selain memiliki fungsi estetis (keindahan) seni terapan juga memiliki
fungsi pragmatis, yakni memenuhi keperluan hidup manusia. Membuat karya
seni rupa terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di
dalamnya harus mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti
syarat keamanan (security), kenyamanan (comfortable), dan keluwesan dalam
penggunaan (flexibility). Karya seni rupa terapan dapat digolongkan
menjadi dua kelompok, yaitu desain dan kriya.
a. Desain
Desain merupakan karya
seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien (pemesan). Yang
termasuk dalam karya desain yaitu;
1) Arsitektur
adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas,
arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan,
mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan,
arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain
perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses
perancangan tersebut
2) Disain
grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks
juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa
dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art.
Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses
pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun
disiplin ilmu yang digunakan (disain). Seni disain grafis mencakup kemampuan
kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi,
fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak
3) Desain
industri (bahasa Inggris: Industrial design) adalah seni terapan di mana
estetika dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang
disempurnakan. Desain industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi,
atau komposisi garis atau warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang
berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk
menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan. Sebuah
karya desain dianggap sebagai kekayaan intelektual karena merupakan hasil buah
pikiran dan kreatifitas dari pendesainnya, sehingga dilindungi hak ciptanya
oleh pemerintah melalui Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain
Industri. Kriteria desain industri adalah baru dan tidak melanggar agama,
peraturan perundangan, susila, dan ketertiban umum. Jangka waktu perlindungan
untuk desain industri adalah 10 tahun
4) Desain
Interior
5) Desain Busana
· Kriya
Seni kriya atau seni
kerajinan memilki perbedaan dengan desain. Kebanyakan karya seni kriya dibuat
secara tradisional dengan keterampilan tangan pembuatnya dan banyak
memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, bambu, batu, logam, tanah liat,
kulit binatang, dan lain-lain. Karya seni kriya kini banyak digemari karena
unsur keasliannya, tak heran orang-orang banyak yang merasa bangga mengoleksi
barang-barang kriya daripada barang-barang buatan pabrik. Yang termasuk dalam
golongan karya seni kriya diantaranya;
a. Kriya
tekstil
b. Kriya
kayu
c. Kriya
keramik
d. Kriya
rotan
e. Kriya
logam
f. Kriya
kulit
g. Kriya
bambo
Jadi, seni murni dan seni terapan adalah dua kutub yang berbeda berdasarkan pada konsep penciptaan. Tetapi keduanya adalah seni dan yang satu tak melebihi nilai yang lain.
7. Rangkuman Pengelompokan Seni Rupa
Seni
rupa adalah salah satu cabang dari seni supaya bisa menghasilkan suatu karya
seni yang kualitas dan juga ekspresinya bisa dirasakan oleh indra manusia,
khususnya untuk indra penglihatan dan juga indra peraba. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa seni rupa adanya suatu jenis seni yang lebih menekankan
kepada bentuk keindahan secara visual dibandingkan dengan kegunaan indra yang
lain. Di dalam bahasa Inggrisnya, seni rupa ini biasa dikenal dengan fine art.
Unsur-unsur seni rupa yaitu titik, warna, unsur seni rupa bentuk, unsur garis
pada seni rupa, unsur bidang, unsur tekstur, unsur ruang, unsur gelap terang
seni rupa, jenis-jenis seni rupa yaitu seni rupa berdasarkan masa atau waktunya
dibagi menjadi seni rupa tradisional, seni rupa modern, seni rupa kontemporer.
Jenis seni rupa berdasarkan dimensi atau ukurannya dibagi menjadi 2 yaitu seni
rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Dan jenis jenis seni rupa berdasarkan
fungsi dibagi menjadi seni rupa murni dan seni rupa terapan.
8. Fenomena desain dalam dunia seni rupa
Istilah desain telah
banyak digunakan di dalam aneka jenis kegiatan masa kini. Tetapi, pengertian
tentangnya belum dipahami secara menyeluruh. Pengertian desain, dalam kamus
umum sama dengan konstruksi, pola (Echols dan Shadily, 1990: 177); rencana
(Wojowasito, 1982: 104); gagasan awal, rancangan, perencanaan, susunan, projek,
hasil yang tepat, produksi, membuat, mencipta, menyiapkan, menyusun,
meningkatkan, pikiran, maksud, kejelasan (Webster, 1974: 207); gubahan,
ciptaan, bentukan, dan rangkuman.
Desain adalah proses dan
juga hasil dari proses. Proses meliputi konsep gagasan dan metode. Hasil dari
proses mencakup gaya dan estetika. Secara nyata proses dan hasil dari proses
itu terkait dengan pengaruh dari luar seperti kemajuan sains dan teknologi;
lingkungan sosial budaya; dan kaidah estetika yang berlaku. Oleh karena itu,
desain tidak netral, tidak bisa menentukan perkembangan dirinya sendiri.
Ketika disadari bahwa produk yang
sama tetapi dengan desain yang berbeda memberi pengaruh lebih baik kepada
perhatian pengguna, maka pengembangan produk benda merupakan suatu hal yang tak
bisa ditunda. Friendrich Naumann, seorang pengarang dan politikus, tahun 1906
menulis sebuah artikel tentang perlunya pendekatan baru dalam memecahkan
masalah-maslah yang dihadapi oleh industri. Naumann kembali menegaskan bahwa
antara seniman, produser, dan penjual, harus berada dalam kondisi kerja sama.
Selanjutnya ia menegaskan bahwa antara seniman (unsur estetis) dengan mesin
(unsur produktif) harus dipadukan sehingga “sejak adanya keinginan memproduksi
desain secara mekanis, estetika baru harus ditemukan, karena memproduksi secara
manual (dengan tangan) akan menyia-nyiakan kemampuan mesin. Seni yang belum
sempurna ini harus disempurnakan, dan mesin harus diberi roh dan dipakai
sebagai pendidikan cita rasa”.
9. Posisi Desain dalam Bahasan Seni Rupa
Desain adalah bidang kegiatan seni. Tidak dapat dipungkiri bahwa desain telah menjadi label kesuksesan produk. Konsisten dengan pemikiran kaum urban yang berpendidikan tinggi, objek produk lahir untuk mencari waktu luang. Dari segi bentuk dan berbagai kemungkinan, kebaruan, ketidaknormalan, dan keunikan telah digabungkan dengan produk desain mereka sebagai deskripsi persyaratan mode berpikir ilmuwan medis. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan penemuan desain baru. Catatan sejarah menunjukkan bahwa bidang seni rupa ini telah menjadi model kesuksesan yang luar biasa. Orang mungkin selalu secara tidak sadar berpartisipasi dalam desain produk. Dari bangun dan melakukan tugas sehari-hari hingga kembali tidur, manusia telah menghadapi dan menggunakan produk desain.
Komentar
Posting Komentar